Showing posts with label Pengantar Teknologi Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pengantar Teknologi Pendidikan. Show all posts

Tuesday, November 27, 2012

Sistem Belajar Mandiri


PEMBAHASAN

A.   Pengertian Konsep Dasar Pengembangan Sistem Belajar Mandiri
Secara ringkas dapat disebutkan bahwa teknologi pendidikan sebagai suatu konsep, mengandung sejumlah gagasan dan rujukan. Gagasan yang ingin diwujudkan adalah agar setiap pribadi dapat berkembang semaksimal mungkin dengan jalan memanfaatkan teknologi sedemikian rupa sehingga selaras dengan perkembangan masyarakat dan lingkungan.

Sistem adalah perpaduan antara sejumlah

Sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh

Pendahuluan

Kondisi negara Indonesia yang unik, serta perubahan yang terjadi di era global seperti ini mengharuskan kita mengembangkan sistem pendidikan yang lebih terbuka, lebih luwes, dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukan tanpa memandang usia, jender, lokasi, kondisi sosial ekonomi, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Sistem pendidikan tersebut adalah sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang merupakan subsistem dari pendidikan nasional. Penekanan akan peran penting sistem pendidikan jarak jauh dan terbuka dalam pendidikan nasional telah dirumuskan dalam undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional yang merupakan perubahan visi, misi, dan strategi pendidikan nasional dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Belajar dan Pembelajaran


PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Pada dasarnya, belajar adalah perubahan yang relatif menetap dan dapat berlangsung kapan saja, kompleks dan terjadi pada semua orang dan semua usia. Sementara, dalam proses belajar terjadi pembelajaran, di mana adanya interaksi antara pendidik, media dan pelajar.

            Belajar dan pembelajaran juga merupakan salah satu masalah dalam dunia pendidikan. Acap kali masalah ini di lupakan begitu saja, padahal cara dan sistem dalam proses pembelajaran sangat mempengaruhi keberhasilan penyampaian materi

Sunday, November 25, 2012

Prospek dan Tantangan Teknologi Pendidikan di Era Globalisasi


PENDAHULUAN

 Teknologi merupakan bagian integral dalam setiap budaya makin maju suatu budaya, makin banyak dan makin canggih teknologi yang digunakan didalam dunia pendidikan, peran dan posisi teknologi pendidikan juga merupakan bagian integral dari pendidikan. Namun pada kenyataannya masih banyak yang belum mengakui bahkan mengasah keberadaan teknologi pendidikan untuk membantu mengatasi masalah pendidikan pada umumnya dan pembelajaran pada khususnya. Untuk itu para teknologi pendidikan baik praktisi maupun akademisi harus berpikir dan bertindak proaktif untuk menjawab tantangan tersebut, dengan membuktikan dan mengembangkan teknologi pendidikan sehingga manfaatnya luas, apalagi dalam menghadapi era global. Dalam makalah ini akan dibahas  me

Tuesday, September 25, 2012

Teknologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran


Secara historis, bidang ini disebut baik sebagai "Teknologi Pendidikan" maupun "Teknologi Pembelajaran". Mereka yang setuju dengan istilah Teknologi Pembelajaran mempunyai dua pendapat. Pertama, karena kata Pembelajaran lebih sesuai dengan fungsi teknologi. Kedua, karena kata Pendidikan lebih sesuai untuk hal-hal yang berhubungan dengan sekolah atau lingkungan pendidikan. Banyak yang beranggapan bahwa istilah "pembelajaran" tidak hanya mencakup pengertian pendidikan mulai TK hingga SLTA (K-12), melainkan juga mencakup situasi pelatihan (training). Menurut Knirk dan Gustafon (1986) kata "pembelajaran" khususnya berkenaan dengan permasalahan belajar dan mengajar, sedangkan "pendidikan" terlalu luas karena mencakup segala aspek pendidikan.
Sebaliknya mereka yang setuju dengan sitilah "Teknologi Pendidikan" berdalih bahwa karena pembelajaran (isntruction) dianggap oleh banyak orang sebagai bagian dari pendidikan, maka sebaiknya dipakai istilah yang memberikan cakupan yang lebih luas (AECT, 1977; Saettler, 1990). Mereka ini beranggapan bahwa kata "pendidikan" merujuk pada aneka ragam lingkungan belajar, termasuk belajar di rumah, di sekolah, di tempat kerja. Sedangkankata "pembelajaran" hanya merujuk pada hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan sekolah saja.
Kedua kelompok nampaknya menggunakan alasan yang sama untuk membenarkan istilah masing-masing. Ada juga kelompok lain yangbertahun-tahun menggunakna kedua istilah tersebut secara bergantian. Menurut catatan Finn tahun 1965, hal ini sudah berlangsung hampir tiga puluh tahun. Istilah "Teknologi Pendidikan" labih lazim digunakan di Inggris dan Kanada; sedang "Teknologi Pembelajaran" saat ini lebih banyak digunakan di Amerika Serikat.
Definisi yang ditetapkan oleh AECT tahun 1977 juga membedakan "Teknologi Pendidikan" dengan "Teknologi Pembelajaran" dan "teknologi dalam pendidikan" tergantung dari lingkup masing-masing istilah. Pada tahun 1977, istilah "Teknologi Pendidikan" digunakan untuk menjelaskan bagian (subset) pendidikan yang menyangkut segala aspek pemecahan permasalahan belajar manusia melalui proses yang rumit dan saling berkaitan. Dengan demikian "Teknologi Pendidikan" mancakup pengertian balajar melalui media massa serta sistem pelayanan pembelajaran (support system for instruction) termasuk sistem pengelolaan (management). "Teknologi dalam pendidikan" digunakan untuk menjelaskan penerapan teknologi pada sistem pelayanan pendidikan (support system for education) seperti pelaporan nilai, penjadwalan dan keuangan. Teknologi Pembelajaran didefinisikan sebagai bagian (subset) dari Teknologi Pendidikan dengan alasan bahwa instruksi *atau pembelajaran) merupakan bagian dari pendidikan yang bersifat terarah (puposive) dan terkendali (controlled) saja.
Sejak tahun 1977 perbedaan antara ketiga istilah tersebut telah menghilang. Kini ketiga istilah tersebut dipakai untuk menjelaskan penerapan proses dan sarana (tools) teknologi dalam memecahkan permasalahan belajar dan pembelajaran. Sekarang profesi ini makin lama makin memusatkan kegiatannya dan konsep-konsepnya ke arah pembelajaran, meskipun pembelajaran tersebut lebih bersifat sekali-kali atau tidak langsung, daripada yang sengaja disusun dan diawasi. Dengan perkataan lain, penekanan pada aspek-aspek yang menyangkut permasalahan pendidikan menjadi berkurang dan pada pembelajaran yang disengaja maupun yang tidak disengaja menjadi semakin bertambah. Oleh karena itu sukarlah untuk mempertahankan pendapat bahwa "Teknologi Pembelajaran" dan "teknologi dalam pendidikan" merupakan bagian (subset) dari "Teknologi Pendidikan".
Pada saat ini, istilah "Teknologi Pendidikan" dan "Teknologi Pembelajaran" digunakan secara bergantian oleh kebanyakan insan profesi dalam bidang ini. Karena istilah "Teknologi Pembelajaran" (a) dewasa ini lazim dipakai di Amerika Serikat; (b) mencakup banyaknya lingkungan pemanfaatan; (c) mengambarkan fungsi teknologi dalam pendidikan secara lebih tepat; dan (d) dalam satu batasan daapt merujuk baik pada belajar maupun pembelajaran, maka istilah "Teknologi Pembelajaran" digunakan dalam definisi 1994 ini, meskipun kedua istilah dianggap sinonim.
Disadur dari: Barabara B. Seels dan Rita C Rishey yang diterjemahkan oleh Dewi S. Prawiradilaga, Raphael Rahardjo, Yusufhadi Miarso, 1994, Teknologi Pembelajaran Definisi dan Kawasannya, (Unit Penerbitan Universitas Negeri Jakarta, Jakarta)
sumber : ghina.0fees.net